MENANTI "ERA BARU" EL REAL BERSAMA LOPETEGUI

ladangbelajar-Assalaamu'alaikum Wr. Wb teman-teman sekalian. Kali ini saya mengeluarkan "unek-unek" tentang Real Madrid di musim ini. seperti yang sudah kita ketahui ya, beberapa menyebutkan mereka memasuki era baru. Kenapa?? karena pertama Ronaldo sudah pergi, pelatihnya bukan lagi Zidane, Curtois datang dan akan mengambil posisi Navas, serta pemain muda penuh talenta didatangkan. Jadi, ada empat hal yang ingin saya bicarakan disini.
1. Efek kepergian CR7 Setelah tarik ulur tentang perpindahannya dari Real Madrid, akhirnya bintang Portugal resmi meninggalkan klub ibu kota Spanyol dan hijrah ke Juventus. Kepastian ini tentu membuat sebagian orang kaget karena awal isu kepergiannya santer diberitakan ke klub yang membesarkan namanya, MU. Kenapa dia pergi? Kepergian Zidane bisa menjadi alasan dirinya meninggalkan klub yang dibelanya selama 9 tahun tersebut. Namun isu yang paling kuat adalah karena perselisihan CR7 dengan sang presiden klub, Florentino Perez.
Kepergian Ronaldo m…

BERHUBUNGAN SUAMI ISTRI DI SIANG HARI BULAN ROMADHON

Hasil gambar untuk KAMAR
๐ŸŒด๐Ÿ•Œ๐Ÿ“š๐Ÿ•Œ๐Ÿ“š๐Ÿ•Œ๐ŸŒด
Kajian Fiqih Puasa
    Bersama
       Ust Junaidi Sahal 
================
Kajian 13-"Berhubungan Suami Istri di Siang Hari Bln Romadlon "
================
๐ŸŒน➰➰➰➰➰➰๐ŸŒน
(www.dar-alkayyis.com)
Fanpage UJ:
https://m.facebook.com/UstadzJunaidiSahal
❤➰➰➰➰➰❤

 

 ๐Ÿ TANYA ๐Ÿ

Assalamualaikum
Ustadz Junaidi Sahal⁩,
Orang yg batal puasanya karena berhubungan suami istri, apa kewajiban yang harus dia lakukan untuk mengganti puasanya?
Teknis / cara pelaksanaannya bagaimana Ustadz?
Kalau sudah sempat semoga berkenan untuk menjawabnya.
Maturnuwun.

๐Ÿ“š JAWAB

Wa alaikum Salam warohmatullohi wabarokatuh..

 ุจِุณْู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ِ ุงู„ู„ู‡ِ ุงู„ุฑَّุญْู…َู†ِ ุงู„ุฑَّุญِูŠْู€ู€ู€ู€ู€ู€ู€ู…ِ

Memang benar suami yg "berhubungan" di siang hari di bln ramadhan, kena kafarat sebagaimana hadis;

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠْ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ ู‚َุงู„َ ุจَูŠْู†َู…َุง ู†َุญْู†ُ ุฌُู„ُูˆุณٌ ุนِู†ْุฏَ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุฅِุฐْ ุฌَุงุกَู‡ُ ุฑَุฌُู„ٌ ูَู‚َุงู„َ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ู‡َู„َูƒْุชُ ู‚َุงู„َ ู…َุง ู„َูƒَ ู‚َุงู„َ ูˆَู‚َุนْุชُ ุนَู„َู‰ ุงู…ْุฑَุฃَุชِูŠ ูˆَุฃَู†َุง ุตَุงุฆِู…ٌ ูˆَ ูِูŠْ ุฑِูˆَุงูŠَุฉٍ ุฃَุตَุจْุชُ ุฃَู‡ْู„ِูŠْ ูِูŠْ ุฑَู…َุถَุงู†َ ูَู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‡َู„ْ ุชَุฌِุฏُ ุฑَู‚َุจَุฉً ุชُุนْุชِู‚ُู‡َุง ู‚َุงู„َ ู„َุง ู‚َุงู„َ ูَู‡َู„ْ ุชَุณْุชَุทِูŠุนُ ุฃَู†ْ ุชَุตُูˆู…َ ุดَู‡ْุฑَูŠْู†ِ ู…ُุชَุชَุงุจِุนَูŠْู†ِ ู‚َุงู„َ ู„َุง ูَู‚َุงู„َ ูَู‡َู„ْ ุชَุฌِุฏُ ุฅِุทْุนَุงู…َ ุณِุชِّูŠู†َ ู…ِุณْูƒِูŠู†ًุง ู‚َุงู„َ ู„َุง ู‚َุงู„َ ูَู…َูƒَุซَ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ูَุจَูŠْู†َุง ู†َุญْู†ُ ุนَู„َู‰ ุฐَู„ِูƒَ ุฃُุชِูŠَ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุจِุนَุฑَู‚ٍ ูِูŠู‡َุง ุชَู…ْุฑٌ- ูˆَุงู„ْุนَุฑَู‚ُ ุงู„ْู…ِูƒْุชَู„ُ- ู‚َุงู„َ ุฃَูŠْู†َ ุงู„ุณَّุงุฆِู„ُ ูَู‚َุงู„َ ุฃَู†َุง ู‚َุงู„َ ุฎُุฐْู‡َุง ูَุชَุตَุฏَّู‚ْ ุจِู‡ِ ูَู‚َุงู„َ ุงู„ุฑَّุฌُู„ُ ุนَู„َู‰ ุฃَูْู‚َุฑَ ู…ِู†ِّูŠ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ูَูˆَุงู„ู„َّู‡ِ ู…َุง ุจَูŠْู†َ ู„َุงุจَุชَูŠْู‡َุง -ูŠُุฑِูŠุฏُ ุงู„ْุญَุฑَّุชَูŠْู†ِ -ุฃَู‡ْู„ُ ุจَูŠْุชٍ ุฃَูْู‚َุฑُ ู…ِู†ْ ุฃَู‡ْู„ِ ุจَูŠْุชِูŠ ูَุถَุญِูƒَ ุงู„ู†َّุจِูŠُّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ุญَุชَّู‰ ุจَุฏَุชْ ุฃَู†ْูŠَุงุจُู‡ُ ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ ุฃَุทْุนِู…ْู‡ُ ุฃَู‡ْู„َูƒَ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, beliau berkata, ketika kami duduk-duduk bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, tiba-tiba datanglah seseorang sambil berkata: “Wahai, Rasulullah, celaka !” Beliau menjawab,”Ada apa denganmu?” Dia berkata,”Aku berhubungan dengan istriku, padahal aku sedang berpuasa.” (Dalam riwayat lain berbunyi : aku berhubungan dengan istriku di bulan Ramadhan). Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata,”Apakah kamu mempunyai budak untuk dimerdekakan?” Dia menjawab,”Tidak!” Lalu Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata lagi,”Mampukah kamu berpuasa dua bulan berturut-turut?” Dia menjawab,”Ttidak.” Lalu Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam bertanya lagi : “Mampukah kamu memberi makan enam puluh orang miskin?” Dia menjawab,”Tidak.” Lalu Rasulullah diam sebentar. Dalam keadaan seperti ini, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam diberi satu ‘irq berisi kurma –Al irq adalah alat takaran- (maka) Beliau berkata: “Mana orang yang bertanya tadi?” Dia menjawab,”Saya orangnya.” Beliau berkata lagi: “Ambillah ini dan bersedekahlah dengannya!” Kemudian orang tersebut berkata: “Apakah kepada orang yang lebih fakir dariku, wahai Rasulullah? Demi Allah, tidak ada di dua ujung kota Madinah satu keluarga yang lebih fakir dari keluargaku”. Maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam tertawa sampai tampak gigi taringnya, kemudian (Beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam) berkata: “Berilah makan keluargamu!”
(HR Bukhori dan Muslim)

Dari hadis diatas, dipahami kafaratnya ada 3 pilihan;

1⃣Memerdekakan  budak
2⃣Puasa dua bulan berturut turut
3⃣Atau memberi makan 60 org miskin...

Siapa yg membayar kafarat?
Para ulama berbeda pendapat dlm hal ini;
Dlm Fiqh sunnah DR Sayid Sabiq, menyatakan;

ูˆู…ุฐู‡ุจ ุงู„ุฌู…ู‡ูˆุฑ: ุฃู† ุงู„ู…ุฑุฃุฉ، ูˆุงู„ุฑุฌู„ ุณูˆุงุก، ููŠ ูˆุฌูˆุจ ุงู„ูƒูุงุฑุฉ ุนู„ูŠู‡ู…ุง ู…ุง ุฏุงู…ุง ู‚ุฏ ุชุนู…ุฏุง ุงู„ุฌู…ุงุน، ู…ุฎุชุงุฑูŠู†، ููŠ ู†ู‡ุงุฑ ุฑู…ุถุงู† (ูข) ู†ุงูˆูŠูŠู† ุงู„ุตูŠุงู….
"Madhab Jumhur, berpendapat Istri dan suami keduanya membayar kafarat, selama mrk berdua melakukan suka sama suka (3s๐Ÿ˜ƒ)"
"Ditambahkan oleh beliau, jk suami yg memaksa, mk hanya suami yg bayar kafarat"(sdh tentu tdk sebaliknya)....

ูุฅู† ุฃูƒุฑู‡ุช ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ู…ู† ุงู„ุฑุฌู„، ุฃูˆ ูƒุงู†ุช ู…ูุทุฑุฉ ู„ุนุฐุฑ ูˆุฌุจุช ุงู„ูƒูุงุฑุฉ ุนู„ูŠู‡ ุฏูˆู†ู‡ุง.
ูˆู…ุฐู‡ุจ ุงู„ุดุงูุนูŠ: ุฃู†ู‡ ู„ุง ูƒูุงุฑุฉ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุฑุฃุฉ ู…ุทู„ู‚ุง، ู„ุงููŠ ุญุงู„ุฉ ุงู„ุงุฎุชูŠุงุฑ، ูˆู„ุงููŠ ุญุงู„ุฉ ุงู„ุงูƒุฑุงู‡.
ูˆุฅู†ู…ุง ูŠู„ุฒู…ู‡ุง ุงู„ู‚ุถุงุก ูู‚ุท.
ู‚ุงู„ ุงู„ู†ูˆูˆูŠ: ูˆุงู„ุงุตุญ - ุนู„ู‰ ุงู„ุฌู…ู„ุฉ - ูˆุฌูˆุจ ูƒูุงุฑุฉ ูˆุงุญุฏุฉ ุนู„ูŠู‡ ุฎุงุตุฉ، ุนู† ู†ูุณู‡ ูู‚ุท، ูˆุฃู†ู‡ ู„ุงุดุฆ ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุฑุฃุฉ، ูˆู„ุง ูŠู„ุงู‚ูŠู‡ุง ุงู„ูˆุฌูˆุจ، ู„ุงูู‡ ุญุชู‰ ู…ุงู„ ู…ุฎุชุต ุจุงู„ุฌู…ุงุน، ูุงุฎุชุต ุจู‡ ุงู„ุฑุฌู„، ุฏูˆู† ุงู„ู…ุฑุฃุฉ، ูƒุงู„ู…ู‡ุฑ.

Imam Asy Syafii; tdk wajib kafarat bg istri secara mutlaq..

Imam Nawawi berkata: “Yang lebih kuat menurut kesimpulannya adalah hanya diwajibkan membayar satu kafarat yaitu khusus atas pihak diri suami, sedangkan wanita tidak perlu mengeluarkan apa pun dan tidak dibebani kewajiban, karena kewajiban itu merupakan kewajiban mengenai harta yang khusus dibebankan kepada pihak laki-laki semata, tidak wanita seperti halnya mahar.”
(Lihat Fiqh Sunnah DR Sayid Sabiq)

So.. Apa yg diungkap Imam Syafii adalah yg terpilih, knp?
1⃣Dhohir Hadis diatas perintahnya kpd suami.
2⃣Bukankah shohibul nafaqoh adalah suami...

Wallohu Alam..



☘☘☘☘☘☘☘☘☘
YA ALLOH......
JADIKAN KAMI AL KAYYIS
๐Ÿ๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ‚๐Ÿƒ๐Ÿ
Menebar Dakwah Meraih Berkah

Bank Mandiri :
142-00-1656066-5
a.n. Seger Suprapto
QQ.  MT Dar Al Kayyis

BSM no.rek: 7086895662
a.n.Ainurrofiq .QQ. Dar alKayyis

Komentar