Tulis aja dulu, siapa tahu orang lain butuh :-)

PENGALAMAN NAIK BIS ROSALIA INDAH JURUSAN PONDOK INDAH > SURABAYA

ladangbelajar - Assalamu'alaikum Wr Wb teman2 semuanya. Kali ini saya sangat ingin berbagi dengan teman2 semua terkait pengalaman naik bis AKAP Rosalia Indah. Waktu itu saya perjalanan dari Terminal Pondok Indah Jakarta Selatan menuju Terminal Purabaya Surabaya. Perjalanan ini terhitung keempat kalinya sepertinya. Rada lupa hehe

Biasanya sih saya kalau pulang naik kereta seringnya. Naik pesawat kadang-kadang kalau lagi ada jam dan harga yang OK hehe.

Kenapa saya baru-baru ini menggunakan jasa angkutan bis ini? Karena saya pernah merasakan pengalaman di awal-awal menggunakan transportasi tersebut. Ya pengalaman yang kurang menyenangkan. Seperti waktu perjalanannya yang terlalu lama. Ada pula penumpang yang diturunkan ditengah jalan dan dipindahkan ke bis yang lain. Juga kenyamanan fisilitas di dalam bis. Karena dari 3 pengalaman sebelumnya, hanya satu yang menurut saya bisa memberikan kepuasaan dalam perjalanan. Itupun masih kurang jika dibandingkan dengan kereta. Apalagi pesawat hehe.

Faktor lain yang membuat saya ragu dalam naik bis AKAP adalah banyaknya calo yang berkeliaran di sekitar terminal. Ambil contoh terminal Lebak Bulus Jaksel. Waduuh belum juga masuk terminal abang calo udah manggil-manggil teriak. Ehhh diajaklah saya ke tempat pembelian tiket. Alhasil, harga tiket lebih mahal, lalu jadwal keberangkatan bis juga tidak tepat dari apa yang dia sampaikan. 

Waktu itu hampir saya ketinggalan bis apabila saya tidak berangkat ke terminal Lebak Bulus lebih awal. Ketika tiba di terminal, ternyata bis nya udah mau berangkat. Hmmm dari loket juga tidak ada telpon atau sms. Alhamdulillah masih bisa naik.

Dari pengalaman tersebut, akhirnya saya mencoba untuk menaiki bis AKAP yang "berkelas" lah biar perjalanan nyaman, aman, dan lancar. Saya pilihlah Rosalia Indah seri SHD 118. Waktu itu ada dua pilihan, antara Gunung Harta atau Rosalia Indah. Teman di kantor sih nyaranin Gunung Harta. Bis yang identik dengan warna ijo tuanya. Ngomong-ngomong, Gunung Harta ini juga bis AKAP pertama yang saya naiki hehehe.

Ternyata setelah survei, ternyata keduanya mematok harta yang sama yakni 320.000 kelas VIP. Setelah diskusi dengan keluarga saya pun memilih Rosalia Indah. Bis yang sudah memiliki nama di hati bis mania ini. 

Jadilah saya naik bis yang identik dengan strip merah, kuning, dan biru langit tersebut. Saya berangkat hari Jumat pukul 13.00.

Pada tulisan ini saya akan membuat beberapa penilaian dari segi keamanan (cara mengemudi), kenyamanan (kursi, toilet, dan interior lainnya), fasilitas di dalam bis, layanan (petugas loket, awak bis, snack, dan makan), ketepatan (berangkat dan tiba), dan kecepatan mengemudi. Rentan nilai saya kasih 1-10 saja agar lebih detail. Oke kita mulai.

Keamanan (7/10)
Selama perjalanan bis melaju begitu cepat sekalipun saat itu hujan mulai turun. Namun kehandalan pak sopir dalam mengendalikan kemudi dan kecepetan membuat perjalanan tetap aman. Sebenarnya ada satu hal yang membuat saya "senam jantung". Jadi waktu itu sudah malam, hampir seluruh penumpang juga sudah tidur. Pak sopir lagi asyik membalap dan ketika hendak menyalip hampir saja nyeruduk mobil pick-up didepannya. Namun pak sopir dengan gesit membanting setir ke kanan dan terhindar.

Padahal dalam hati saya sudah berkata, "Waduh, tabrakan, tabrakan, tabrakan ini". Bayangkan, bis AKAP kan rata-rata lari diatas kecepatan 110 Km/h. Rem bis tentu tidak bisa menahan laju bis secara mendadak. Kecepatan tinggi ditambah dengan berat bis berisi penumpang tentu rem mendadak bisa jadi petaka. Mobil F1 saja yang terkenal canggih masih bisa nyeruduk mobil lawannya kalau yang didepannya nginjek rem mendadak hehe. 

Dipengamatan saya bis melaju dari sebelah kiri dan hendak mendahului mobil di sebelah kanan. Sebenarnya dikejauhan sudah terlihat mobil pick-up berada satu jalur dengan bis (jalur kiri) dan tampaknya melaju lebih lamban. Sebelum ruang menyalip tertutup, pak sopir pun tancap gas hingga melewati mobil yang ada di sebelah kanan. Tak disangka kecepatan pick-up menjadi lebih lambat karena pak sopir menambah kecepatannya. Mau di rem juga udah dekat banget, akhirnya pak sopir tambah lagi kecepatan dan banting setir ke kanan wuuussssss!!!! Rasanya seisi badan ini turun kebawah. Benar-benar merinding diiringi degupan jantung yang tak beraturan. Hehe

Sepanjang perjalanan sih, yang paling tidak aman mungkin di momen tersebut. Jadi buat pak sopir saya tetap kasih nilai 7.

Kenyamanan (8/10)
Bisa melaju dengan kecepatan konstan di tol Trans Jawa memang memberikan kenyaman yang tidak kalah ketika kita naik kereta api atau pesawat. Kursi Rosalia tergolong nyaman dengan dua sandaran kaki yang menempel di bawah kursi dan belakang kursi penumpang depan. Sehingga kaki kita bisa diluruskan. Namun bagi yang badannya tinggi, mungkin agak sulit untuk melakukan hal tersebut. Hehehe

Nah, yang saya sukai dari kursi bis AKAP adalah lebar. Kita bisa atur kursi sampai landai untuk tiduran, duduk sila, duduk nongkrong, dll deh. Asal capek ganti gaya duduk yang lain hehe. Beda ya dengan kereta api. Meski sama-sama 12 jam katakanlah duduk didalam, kita akan sulit untuk berganti gaya duduk seperti di dalam bis. Alhasil, naik kereta bisa membuat badan lebih pegal-pegal. 

Untuk toilet bis Rosalia Indah juga bersih. Ukuran sedikit lebih kecil dari toilet kereta. Namun sudah cukup untuk keperluan buang hajat dll. Interior lainnya seperti lantai juga nampak bersih.


Fasilitas (8/10)
Bantal, selimut, colokan listrik, tempat sampah, tempat barang (tas, makanan dan minuman), hingga bagasi merupakan sejumlah fasilitas yang bisa kita rasakan ketika naik bis Rosalia Indah ini. Mungkin fasilitas setiap bis AKAP bisa jadi berbeda-beda.

Sudah tidak kalah dengan kereta eksekutif bukan? Mungkin bisa jadi lebih bagus. Ketika kita masuk ke dalam bis, bantal dan selimut sudah tersedia di kursi masing-masing. Kalau di kereta, menjelang sore atau malam baru dibagikan. Paginya diambil lagi hehe.

Untuk colokan listrik kemarin berada di sound yang terletak pada loker atas penumpang. Jumlahnya tidak banyak sih, mungkin ada 4 sampai 8. Jika kita membawa snack untuk dimakan sambil jalan, setelah makan kita bisa jepitkan di saku jaring-jaring yang nempel di kursi penumpang depan kita. Begitu juga dengan tempat minumnya. Rata-rata bis AKAP punya desain yang sama. Jika sudah habis, kita bisa langsung membuang di tempat sampah yang telah disediakan di gang tengah bis.

Jika kita punya barang bawaan banyak, kita bisa letakkan di bagasi. Bis AKAP memiliki bagasi ekstra luas. Motor aja bisa masuk hehe.

Untuk fasilitas yang diberikan oleh Rosalia Indah saya merasa puas. Mungkin untuk colokan listrik buat charger hp bisa ditambahkan lebih banyak.

Layanan (9/10)
Saya awali penilaian layanan dari pembelian tiket di loket Rosalia Indah yang terletak di Terminal Pondok Pinang, Jaksel. Waktu itu ada dua perempuan sebagai petugas loket. Keduanya ramah dan membantu menjawab segala pertanyaan yang saya sampaikan. Kalau bahasa sekarang itu istilahnya "kooperatif" lah mereka berdua. 

Kemudian ketika masuk ke dalam bis, saya coba tanya-tanya ke salah satu awak bis ya dijawab dengan benar namun sedikit "datar" hehe. Kan kadang ada tuh orang kalau kita tanya, jawabnya dengan mangguk-mangguk atau disertai dengan senyum lebar. 

Oke, masuklah saya ke dalam bis. Baru masuk sudah dikasih air mineral botol 550 ml. Hmm lumayan buat ngurangi dehidrasi. Tapi, mana snacknya? Mungkin pikir saya nanti agak sore dikasihnya. Eh ternyata memang tidak dapat hehe. Kenapa saya tanya snack karena pengalaman dulu di Gunung Harta dapat snack dan air mineral gelas. Oke lah tidak masalah, toh dari rumah juga sudah bawah hehe.

Kurang lebih hampir 4 jam perjalanan kami pun transit di rumah makan milik Rosalia Indah sendiri. Ini nih yang bikin saya seneng. PO Bis memiliki tempat rest area sendiri. Namanya Rosin Resto yang terletak di Subang.

Buset dah, seneng banget bisa mampir disini. Dapat makan prasmanan. Waktu itu ada dua menu. Nasi campur dan soto. Para penumpang juga mendapatkan puding dan teh (bisa pilih panas bisa dingin). Makan begitu nikmat, karena lapar hehe. Gambarnya ada di bawah ini ya hehe



Tempat duduknya pun juga nyaman untuk makan. Selain makan, resto ini juga menyediakan aneka minuman hangat atau dingin seperti kopi dan jus. Ada juga tempat oleh-oleh di pojok resto. 






Waktu isitirahat yang diberikan pun juga lebih dari cukup untuk makan dan sholat. Sebelumnya saya pernah naik Gunung Harta. Setibanya di rest area, kami para penumpang pun bergegas sholat dan adapula yang langsung ke tempat makan. Setelah sholah, BAK, saya pun langsun ke tempat makan. Eh, baru makan 3/4 pak sopir sudah bunyikan klakson tanda bis akan berangkat. Hmmmm hilang dah makan nasi campur malam itu.

Untuk layanan makan di Rosin Resto benar-benar oke menurut saya. Sehingga saya tidak ragu untuk memberi nilai 9. Bayangkan, jam 5 sore makan, jam 11 dapat makan lagi :-D. MaasyaaAllah benar-benar bersyukur pokoknya. Kalau makan malamnya dapat menu sayur asem. Waduuuuuh nikmat tuhanmu yang mana lagi kamu dustakan. Asli enak dan seger.

Kalau makan ditambah dengan buah sebagai penutup, mungkin saya kasih 9,5 hehe. Tapi, udah lah itu udah cukup. Emang manusia suka kurang-kurang hehe.

Ketepatan (8/10)
Bis untuk berangkat on time sepengalaman saya masih belum ada yang bisa hehe, tapi gak tau juga ya. Kan pegawai loket bilang kumpulnya misal jam 13.00, tapi bis terkadang baru datang pukul 13.30. Bisa jadi pegawai loket maunya agar penumpang sudah siap di terminal beberapa menit sebelum jam keberangkatan agar tidak tertinggal.

Kalaupun itu memang telat ya wajar saja. Rutenya juga jalan raya dan dipakai oleh pengguna kendaraan lainnya. Beda dengan kereta atau pesawat. Namun untuk urusan jam kedatangannya, bis sangat baik. Jika kita melakukan perjalanan dari Jakarta ke Surabaya misalnya, bis AKAP yang melaju di tol Trans Jawa hanya membutuhkan waktu 12 jam. Sama dengan waktu tempuh kereta api. 

Jadi untuk waktu keberangkatan saya bisa maklumi kalau telah hanya 30 menit karena waktu kedatangannya juga sangat memuaskan.

Kecepatan (8/10)
Bis Rosalia Indah kalau saya amati di speedo meter konstan pada kecepatan 110 ke atas. Suspensi yang nyaman, jalan yang rata dan lurus semakin membuat perjalanan kita lebih menyenangkan.

Rosalia Indah yang saya naiki selalu menyalip bis AKAP di depannya termasuk sesama bis Rosalia Indah. Sepertinya saya naik bis Rosalia dengan driver yang tepat. Bahkan ketika hujan turun pun, pak supir masih tetap tancap gas hehe.

Melaju dengan kecepatan tersebut sudah cukup membuat perjalanan waktu itu on time meskipun dua kali berhenti di tempat makan dan dua kali ke pool ambil penumpang di Bekasi. 

Oke teman2, demikian ulasan panjang lebar dari saya tentangn pengalaman naik Bis AKAP Rosalia Indah SHD 118. Terima kasih.


Share:

PENGALAMAN KURANG MENYENANGKAN SAAT NAIK BIS EKONOMI SURABAYA-JEMBER

ladangbelajar - Assalaamu'alaikum Wr Wb teman2 semuanya. Sudah lama saya nggak isi blog ini lagi, terakhir kemarin desember sepertinya. Yah, Desember nol artikel. Kini sudah masuk tahun 2020 di pekan ke 3 Januari. Jadi mesti ada yang harus saya tulis nih.

Ok, saat ini saya ingin berbagi pengalaman naik bis AKAP atau Angkutan Kota Angkutan Provinsi. Gitu ya? hehe.

Jadi, saya sebenarnya kalau pengalaman naik bis sudah sering ya, apalagi waktu kuliah. Pulang pergi ya naik bis. Namun waktu itu bis yang saya naiki adalah bis Antar Kota Dalam Provinsi atau AKDP. 

Waktu naik bis AKDP seringnya yang kelas ekonomi. Pernah juga naik Patas. Waktu itu rute Surabaya ke Lumajang dan juga sebaliknya. Kalau sekarang bis AKDP Ekonomi sudah sampai tarif 30.000 dari Surabaya ke Lumajang. Ada juga yang matok 40.000 sehingga timbul komplain dari penumpang. Ya mau gimana lagi, kalau gak mau bayar ya diturunin di jalan. Masih mending ya kalau dituruninnya udah jauh. Nah waktu itu baru berangkat keluar terminal.

Jadi kalau kamu naik bis AKDP terutama ekonomi, selalu dalam kondisi waspada dan jangan terlena apalagi tidur kebablasan. Pengalaman saya dulu pernah sekali kelewatan dan terminal tujuan dan dua kali kejambretan. Hmm benar-benar pengalaman yang kurang menyenangkan tentunya.

Selain itu, perbanyak doa juga agar terhindar dari hal-hal yang melalaikan. Namanya juga orang tidur pulas, sekalipun kondektur teriak2 sudah sampai kota A, ya gak bakal kedengar. Tau2 pas dah bangun, lhaa sudah hampir sampai ke kota sebelah. Hehehe

Juga teman2 harus berhati-hati dengan preman. Ya info yang beredar, awak bis ekonomi itu, katakanlah mereka oknum, bekerja sama dengan preman pinggir jalan. Pastikan jika bawa dompet masukkan saja ke kantong dalam jaket (jika ada). Kalau bawa laptop, lebih baik taruh diatas paha dan peluk yang erat. Jangan sekali-kali meletakkan tas berisi laptop di bawah (dekat kaki). Karena jika teman2 duduk paling depan dan juga tertidur, maka dengan mudah preman akan mengambil laptop tersebut. Kalau teman2 duduk tengah2, bisa jadi ambil dari belakangnya.

Jadi waktu itu saya sedang tidur pulas. Bangun2 tas sudah bergeser masuk ke bawah kursi. Kemungkinan setelah ambil laptop, tas tersebut di dorong ke dalam. Ketika saya tanya ke penumpang sebelah, dia juga gak tau. Lalu saya tanya kondektur, "Mas, tau laptop di tasku nggak? Kok nggak ada ya." Lalu dia jawab dengan nada tinggi dan mata sambil melotot. "LHA YA OPO SEH MAS, YO GAK ERO AKU." Kalau dilihat dari matanya, kayak ketakutan dan gugup. 

Lebih parahnya lagi, beberapa saat kemudian beberapa penumpang yang satu jurusan dengan saya pindah ke bis lain. Hmmm pulang dengan tas ringan.

Pengalaman kejambret berikutnya saat berangkat dari rumah ke Surabaya dengan bis ekonomi. Entah kenapa waktu itu saya ngantuk. Ya memang saya gampang ketidur kalau naik bis hehe. Waktu itu tas penuh berisi makanan dan baju. Dompet saya taruh juga di tas. Handphone saya taruh di saku jaket. Eh, ternyata saya tertidur cukup lama, dan ketika terbangun sudah sampai parkir bis. Bukan tempat nurunin penumpang ya, tapi tempat parkir bis berhenti.

Waktu sampai parkiran bis, saya dibangunin sama mas kondekturnya. Pas bangun, mau ninggalin kursi, lha kok ada dompet dan earphone di kursi depan tempat saya duduk. Pas saya periksa, kaya dompet dan earphone saya, lalu coba saya cek di tas dan ternyata tidak ada. Jadi benar itu dompet dan earphone saya. Lalu dompet tersebut saya buka ternyata isinya sudah tidak ada, sekitar 200 ribu raib. Tapi kartu ATM dll masih tetap di tempat.

Akhirnya tanpa lama-lama saya membawa barang-barang tersebut keluar. Saya keluar tanpa bertanya-tanya lagi. Waktu itu ada 2 atau 3 orang (awak bis) di dalam. Jadi saya langsung keluar karena tidak ingin ada kejadian selanjutnya yang mungkin bisa lebih parah.

Sejenak saya duduk dekat parkiran bis sambil memeriksa tas, ternyata yang diambil hanya uang 200 ribu di dompet. Alhamdulillah masih ada uang 50 ribu di saku celana dan handphone masih aman. Ternyata tas saya digeledah sewaktu tertidur. Beberapa kantong tas dirobek menggunakan sajam. 

Waktu itu bis ekonomi berwarna putih agak polos dan saya lupa namanya, hmmm.

Sejak pengalaman itu, saya bisa mengambil pelajaran. InsyaaAllah perjalanan kita akan aman jika kita waspada selama perjalanan. Di beberapa kesempatan saya masih menaiki bis ekonomi dengan jurusan yang sama ketika masih kuliah. Karena sudah lama tidak merasakan laju bis ekonomi dengan sopir yang ugal-ugalan. Intinya kita harus tetap waspada dan perbanyak doa.

Namun jika teman2 menginginkan perjalanan lebih aman dan nyama, teman2 bisa menaiki bis Patas. Tarif dari bis tersebut bisa 2x dari tarif ekonomi. Selama diperjalanan dengan bis Patas, teman2 tidak akan diganggu dengan orang ngamen, bising kendaraan, bau asap, dll.

Tetap waspada di jalan, utamakan keselamatan. :-)

Share:

VISITORS

free counters

FRIENDS